Post Top Ad

15 November 2016

Mendaki Gunung Prau

sumber: mbah google

Tak henti-hentinya kembali lagi bersama saya di blog yang sekarang sudah lumayan jelas lagi. Sesuai judul, bahwa akhirnya blog ini kembali pada ketidakjelasannya setelah tadi barusan memposting tentang Belajar Bahasa Rusia Sederhana. Kali ini saya akan memposting tentang hal yang sangat jauh sekali dengan hal yang berkaitan dengan Rusia :v

Ya tidak apa lah, daripada bosan membahas tentang Rusia saja, lebih baik bahas yang lain, hehe :D
Kenapa saya masukkan hal-hal lain diluar konteks blog yang judulnya Sastra Rusia?
Ya, karena ini blog saya, jadi suka-suka saya lah wkwkwk

Oke, daripada makin ngaco ke pembahasan yang ngalor ngidul ngetan ngulon, lebih baik dilanjut ke judul postingan..
Hmmm, ada apa dengan gunung prau??

Daripada penasaran, mending tonton video saya yang jelek ini di yutub, cekibrot... 


Itulah sedikit gambaran tentang gunung prau yang telah didaki, ya seperti itulah gunungnya.


sumber : om google


Gunung Prau adalah gunung yang teletak di Dataran Tinggi Dieng/Dieng Plateau. Gunung ini memiliki ketinggian 2565 diatas permukaan laut. Gunung Prau merupakan gunung yang memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan, seperti gunung-gunung pada umumnya, gunung prau juga memiliki karakteristiknya tersendiri. Berikut merupakan karakteristik Gunung Prau secara singkatnya:

1. Gunung Prau merupakan gunung yang mudah didaki
Terletak di dataran tinggi yang sangat terkenal, yaitu Dieng. Ketinggian Dieng saja sudah mencapai 2000an mdpl, sedangkan prau 2565, jadi kita tinggal mendaki 500an meter lagi kira-kira (jika secara vertikal). Mendaki gunung prau tidak dibutuhkan peralatan dan kemampuan khusus seperti Gunung Raung dengan puncak sejatinya yang membutuhkan peralatan panjat untuk mencapai puncaknya.
2. Selain kemudahan, ada keamanan dan kenyamanan.
Akses sangatlah penting. Tidak perlu khawatir dengan akses, gunung ini sangatlah aman dan nyaman.
3. Keindahan
Inilah yang ditunggu, para pemburu sunrise maupun sunset pasti tak akan menyesal datang kemari. Tak perlu basa basi lagi, kita langsung ke perjalanan saja....

Libur sehabis lebaran 2015
Kala itu, saya masih SMA. Saya merupakan orang yang paling tidak betah di rumah. Jadi saya memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke luar kota.
Saya adalah seorang sispala, jadi sudah hal yang biasa untuk pergi kemana-mana, jauh dari orang tua di rumah. Kali ini saya pergi bersama seorang sahabat yang sudah dari SMP sering gila-gilaan bareng.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Prujakan Cirebon ke Stasiun Poncol Semarang menggunakan kereta malam tawang jaya..... Di Semarang kami melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan untuk mendaki. Ingat, safety first!
gembel nyasar di poncol

Kemudian kami bersilaturahmi dengan salah satu sahabat sispala di semarang (sekalian minta anterin ke terminal wkwk), yaitu Sasma Dwi Pala yang merupakan sispala SMAN 2 Semarang.


Kami berdua minta diantarkan ke Terminal Terboyo, sekalian dicarikan bis yang mengarah ke wonosobo. Berhati-hatilah dengan agen-agen calo disekitaran terminal.
Lalu perjalanan dilanjut ke Wonosoboo.... skip..

Tiba-tiba, kami sudah sampai Dieng. Udara di Dieng sangatlah dingin mengingat Dieng adalah dataran tinggi, jadi siapkan penghangat secukupnya, entah itu jaket, selimut, sleeping bag, ataupun pacar guling untuk dipeluk.

Langsung ke pendakian melewati jalur patakbanteng.
Mendaki Gunung Prau membutuhkan waktu kurang lebih atau pas 3-5 jam. Tergantung kecepatan dan banyaknya break (istirahat). Perjalanan mendaki gunung ini sangatlah mantab djiwa, karena sepanjang perjalanan, kita akan disuguhkan oleh pemandangan-pemandangan yang wow
break sambil menikmati udara segar yang berhembus

Dieng dan Telaga Warna

Begitu nikmatnya perjalanan mendaki gunung ini, menikmati dan mensyukuri ciptaan tuhan adalah suatu hal yang sangat berharga tiap detiknya...
jalan menanjak yang berdebu
Jalan akan terus menanjak (yaiyalah, namanya juga gunung) melewati kebun-hutan-gundukan pasir-hingga rerumputan. Gunung ini puncaknya tidak terlalu jelas yang mana, karena gunung ini berbukit-bukit, tidak seperti gunung berapi yang berbentuk kerucut. Jadi, cari saja bukit yang menurut kalian paling tinggi, itulah puncaknya (seperti di video).

jalur prau. sumber: google


Jika ingin memburu sunrise, naiklah pada waktu dini hari. Jika ingin mendapat sunrise dan sunset, naiklah di pagi atau siang hari, kemudian ngecamp semalam, dan paginya jangan lupa bangun.
Ada 2 jalur umum yang biasa dilalui, yaitu jalur patakbanteng dan dieng kulon. Untuk mendaki gunung ini dibutuhkan biaya Rp.10.000 (waktu itu, sekarang gak tahu berapa).
menunggu matahari muncul



mau liat lautan awan, apa liat lautan manusia?
Sekedar info. Jika ingin benar-benar menikmati keindahannya, jangan datang saat liburan, karena bisa dipastikan akan ramai seperti pasar malam dan night club.
Siapkanlah alat-alat yang lengkap, termasuk alat untuk boker. Di bukit teletubies hanya terdapat sedikit pohon (tempatnya terbuka), jadi pastikan bokerlah sebelum mendaki, daripada boker saat di gunung tapi tidak tahu cara "mengelola"nya. Jangan jorok!


Sindoro-Sumbing dan bukit teletubies

pagi hari setelah malam yang gemerlap

abaikan
andaikan..... ahsudahlah


bukit teletubies yang panas di siang hari

Ya segitulah kurang lebih tentang Gunung Prau, bisa dibilang gunung ini adalah gunung untuk wisata. Selain prau, ada juga gunung Sikunir yang letaknya tak jauh dari Prau, masih sama di Dieng. Dan masih banyak objek wisata lainnya yang ada di sekitaran Dieng yang tak kalah menarik, seperti Telaga Warna, Kompleks Candi Dieng, Sungai Serayu, dll. Pokonya, Indonesia itu luas, yang bilang Indonesia sempit, berarti hidupnya cuma disitu-situ aja wkwkw :D

Sekian postingan dari saya, sengaja saya beri label untuk postingan-postingan tertentu agar isi blog ini makin bervariasi dan makin acakadut ramai isinya.
Kritik dan saran masih sangat diperlukan, jangan segan untuk berkomentar. Saya akhiri. W.W.W.W.W. (Wabilahitaufik Walhidayah Wasalamualaikum Warohmatulahi Wabarokatuh)
23:23 / by / 0 Comments

No comments: