Pengalaman Kuliah di Unpad (Semester 1)

Привет!

Berjumpa kembali dengan saya di blog gabut ini. Tak terasa sudah hampir 1 bulan saya tidak menulis lagi, jadi saya sempatkan sekarang untuk menulis walaupun hanya postingan gabut.

Ya, langsung saja simak cerita saya tentang pengalaman kuliah selama di Universitas Padjajaran dalam 1 semester ini. Cekibrot...

Awal kisah, dimulai dari rumah saya di Kota Cirebon...

Pagi itu cuaca sangat cerah, cahaya mentari bersinar terang menyinari kota kecil nan penuh kenangan ini. Pagi-pagi sekali aku sudah mempersiapkan segala keperluan yang akan ku bawa untuk menempuh hidup baru di Unpad. Aku membuka smartphoneku  yang masih baru, pemakaian 1 bulan, fullset, minus lecet, nego, cod cirebon only dan terlihat sebuah notifikasi line. Ketika ku buka pesan itu ternyata spam dari line Indonesia. "Kampret" umpatku dalam hati. Saat itu jam menunjukkan pukul 07.00 rencananya aku akan berangkat ke sana dari sini pada jam 10.00.

Setelah berpamitan dengan keluarga di rumah, akhirnya aku melangkahkan kaki keluar dari rumah, rumah yang menjadi tempat bernaungku dan keluarga. Langkah demi langkah kulewati dengan berat hati. Sedih rasanya meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan ini, sebuah tempat yang lengkap dengan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Langkahku semakin cepat meninggalkan rumah, tak sabar rasanya menuju ke... sekretariat Stapala.

Akhirnya sampai juga di sekre. Sekre ini merupakan rumah ke 2 bagi saya. Setelah berpamitan dengan kawan-kawan Stapala yang merupakan keluarga diluar keluarga ini akhirnya aku benar-benar melangkahkan kaki keluar...

Selamat tinggal Cirebon...
Kota yang begitu penuh kenangan dan kedamaian, walaupun banyak geng motornya :v
Kota yang menjadi tempat kelahiranku, kota kebanggaanku...
Di kota inilah diriku dibesarkan, dari masa bayi, masa anak-anak, masa remaja hingga aku dewasa diriku tumbuh disini..
Pahit manis hidup sudah kurasakan bersamamu disini... Berbagai suka duka telah kita lewati bersama...
Kota yang penuh dengan sejarah yang hebat, mulai dari sejarah wali songo, sejarah kolonial, hingga sejarah lahirnya diriku...
Tak dapat ku ungkapkan bagaimana perasaanku ketika meninggalkanmu, sangat berat rasanya.. Tapi mau bagaimana lagi, takdir telah menentukan jalan kita untuk berpisah. Mungkin kita akan berjumpa lagi, yah setidaknya sebulan sekali. Itu juga kalau ada ongkos untuk pulang :')
Sampai jumpa lagi Cirebon, aku tak akan melupakanmu dan segala kenangan-kenangan itu. Kenangan ketika ku menjamahmu bersama sahabat, kenangan ketika pertama kalinya merasakan cinta bersemi, kenangan ketika momen momen istimewa terjadi bersamamu...
Selamat tinggal Cirebon...
Kota kecil dengan sejuta cerita :')


Pukul 10.00 aku sudah berada di dalam bus, perjalanan menuju Jatinangor ini terasa sangat berat dan lama, hingga pada akhirnya aku diturunkan oleh kernet bus di depan jatos (jatinangor town square). Berjalanlah aku dengan mengangkat koper dari depan jatos ke arah kampung geulis. Suatu pemandangan yang lumrah jika melihat orang (mahasiswa) membawa banyak barang bawaan pada masa penerimaan maba.


Untung saja aku sudah memboking kostan sejak beberapa bulan lalu, banyak calo-calo yang menghampiriku dengan menawari tempat tinggal kost baik perbulan maupun pertahun. Aku berjalan cuek bebek saja jika didekati calo-calo itu.

Akhirnya sampai juga di kamar! Kost sweet kost....


Agustus 2016

Pagi yang berbeda dengan tempat dimana sebelumnya aku tinggal. Jika sebelumnya pagi hari terasa gerah, sekarang pagi hari begitu dingin. Sangat dingin. Maklum, ini daerah dataran yang lumayan tinggi. Untung saja ketika SMA dulu aku sudah terbiasa dengan udara seperti ini ketika mengikuti kegiatan Pencinta Alam.

Ku beranikan diri untuk mengambil air wudhu. Dan benar saja, brrr.... Ketika tangan sudah menyentuh air, rasanya tak ingin menyentuh lagi. Tapi sudah terlanjur. Ya sudah dilanjutkan saja...
Aku selalu ingat pesan dari mamah untukku ketika aku hendak berangkat "Jangan lupa shalat!". Pesan yang begitu mainstream yang biasa disampaikan oleh orang tua kepada anaknya. Sampai sekarang akupun masih ingat pesan itu, walaupun sekarang aku menjadi orang yang sekuler.

Beberapa hari lagi akan ada kegiatan ospek yang diharuskan berkumpul pagi-pagi sekali, jadi aku harus terbiasa dengan udara dingin seperti ini.

Masa-masa Ospek, Agustus-September 2016

Ospek/MOS/Pengenalan Lingkungan/MOPDB/apapun namanya itu merupakan suatu kegiatan kaderisasi yang biasa dilakukan tiap tahun oleh lembaga/institusi. Di Universitas Padjajaran ini, aku merasakan ospek yang sungguh sangat beda dengan ospek di SMA.

Prabu 2016
Prabu ini merupakan ospek tingkat universitas dimana seluruh maba Unpad diharuskan mengikuti kegiatan ini. Jangan salah sangka, ospek ini merupakan ospek terbaik yang pernah ada menurutku. Tidak ada perpeloncoan disini. Yang ada hanyalah senang-senang semua. Semua maba dikumpulkan di GOR Jati, kemudian diperkenalkan dengan kampus Unpad Jatinangor ini dan berbagai serba-serbinya dari mulai budaya hingga kegiatan-kegiatan UKM dan berbagai hal-hal lainnya. Kemudian para maba dimanjakan dengan berbagai hiburan-hiburan yang berkualitas dengan artis-artis papan atas. Menurutku, ospek ini lebih banyak hiburannya. Tidak ada acara push-up atau lari-lari lapangan seperti di tipi-tipi dan yutub. Prabu 2016 ini merupakan acara yang luar biasa kontennya. Salut untuk panitia Prabu yang telah bekerja keras untuk adik-adikmu ini :*
Kevin Aprilio, salah satu bintang tamu di Prabu 2016


Opera Budaya 2016
Opera Budaya atau biasa disebut Opbud ini merupakan ospek tingkat fakultas. Ospek ini adalah ospeknya Fakultas Ilmu Budaya/FIB. Karena saya mahasiswa Sastra Rusia dan jurusan ini merupakan jurusan yang terdapat di FIB, jadi saya harus mengikuti Opbud ini. Tiap fakultas memiliki ospeknya masing-masing dengan konten yang berbeda-beda. Opbud juga tak kalah seru, jika sebelumnya di Prabu kita bertemu dengan orang-orang dari seluruh fakultas, di Opbud ini kita hanya bertemu dengan orang-orang se FIB saja. Di Opbud ini kita (para maba) berkumpul di Aula PSBJ (Pusat Studi Bahasa Jepang). Kemudian kita diajak berkeliling mengenal lingkungan FIB, kemudian kita disuguhkan dengan hiburan-hiburan yang tak kalah seru dari Prabu. Di Opbud ini kita juga diperlakukan dengan baik bahkan sangat baik oleh panitia. Saya terlambat 2X berturut-turut (seharusnya kumpul jam 6 tapi saya baru datang jam 7) tapi panitia malah senyum dengan ramah dan menuntun saya ke tempat berkumpulnya peserta dan tidak ada marah-marah atau hukuman sama sekali. Tadinya saya ingin bolos ospek kalau terlambat, tapi melihat kakak-kakak panitia yang sangat baik dan ramah ini akhirnya saya mengurungkan niat untuk bolos karena terharu melihat kerja keras panitia yang sungguh luar biasa dalam memperlakukan adik-adiknya ini. Konten-konten di Opbud ini juga sungguh sangat luar biasa, dengan tema sastra dan budaya yang merupakan ciri khas FIB, Ospek ini merupakan ospek yang luar biasa dan terbaik juga yang pernah saya alami. Salut juga deh untuk panitia Opbud yang telah bekerja keras untuk adik-adikmu ini :*
Pidi Baiq, salah satu bintang tamu di Opbud 2016

Matrikulasi Intern Rusia 2016
Matrikulasi Intern Rusia atau biasa disebut MIR ini merupakan ospek tingkat prodi, jadi hanya maba Sastra Rusia saja yang mengikuti Ospek ini. MIR ini tidak kalah serunya dari ospek-ospek sebelumnya. Saking serunya, kita baru pulang jam 11 malam pada ospek terakhir. No comment deh dengan MIR ini, karena aku juga bolos-bolosan. Aku hanya mengikuti di hari pertama dan terakhir saja, yahh sekedar formalitas karena kontennya sangat bertolakbelakang dengan ekspetasi.

Masa-masa Kuliah, September-Desember 2016
Kuliah... Berasal dari kata "nguli" dan "ahh" jadi "nguli ahh" adalah sebuah kegiatan dimana para mahasiswa menuntut ilmu yang sebenarnya ilmu itu tidak bersalah tapi tetap saja dituntut. Ya cukup segitu pengertian sempitnya sebelum kita jauh lebih dalam ke pembahasan yang 4N (ngalor ngidul ngetan ngulon).

Mahasiswa pada hakekatnya adalah makhluk yang tidak bisa lepas dari kegiatan kuliah. Masa-masa kuliahku di semester 1 ini juga berjalan baik dan lancar tanpa ada kesulitan. Kebanyakan mata kuliah di semester 1 adalah mata kuliah umum, hanya ada 3 mata kuliah prodi saja yaitu Percakapan Bahasa Rusia I, Fonetika Bahasa Rusia I, dan Gramatika Bahasa Rusia I. Semua mata kuliah (umum+prodi) totalnya 21 SKS.

Pada masa awal kuliah, hari-hariku dipenuhi dengan belajar (yaiyalah namanya juga kuliah-_-), sesekali aku keluar jalan-jalan sendirian :'( iya sendirian... Kegiatan lainnya adalah membaca buku, main HP dan meratapi nasib. Seiring berjalannya waktu, kegiatanpun bertambah, teman juga bertambah dan masa kegabutan di awal-awal ini berakhirlah sudah...

Pelajaran di semester 1 ini masih bisa disebut ringan, dengan bobot tugas yang masih sederhana dan jam kuliah yang tidak terlalu padat. Kebanyakan mata kuliah juga tidak terlalu memberikan tekanan dan semua masih have fun saja menurutku. Ada satu mata kuliah umum dimana semua mahasiswa baru Unpad dari berbagai fakultas berkumpul dalam suatu kelompok yang sudah ditentukan, kemudian melakukan kegiatan di desa-desa disekitar Unpad Jatinangor, yah sejenis dengan KKN versi kecil. Mata kuliah ini dinamakan OKK (Olahraga, Kesenian dan Kreativitas) yang semuanya dijadwalkan pada hari jumat. Matkul yang seharusnya melakukan pengabdian pada masyarakat ini juga menjadi ajang para maba untuk memperluas jaringan, mencari teman baru, bahkan mencari jodoh :v Lamanya waktu kegiatan OKK ini relatif tegantung program dari masing-masing kelompok desa.

Di masa pertengahan, akhirnya aku sudah menemukan orang-orang yang cocok denganku, yang sama-sama gila yang akhirnya menjadi sahabatku sampai sekarang. Bersama merekalah aku menghabiskan waktu-waktu gabutku disela-sela waktu kuliah dengan bermain kartu, main game, main gitar, bahkan main sesama -_-....

Kuliah ternyata lebih menyenangkan dibanding SMA, mungkin karena masa SMA ku suram -_-
SMA jelas sangat berbeda dari kuliah, jika di SMA kita tidak dapat menyalahkan dan mengkritik guru (kalau kita lakukan maka nilai kita akan berkurang), tetapi disini sangat berbeda, jika kita memberi kritik pada dosen, malah dosen itu akan senang. Tapi itu juga tergantung bagaimana dosennya sih. Bahkan kita juga bisa memberi nilai, kritik dan saran di akhir semester. Intinya adalah, aku dapat memahami bagaimana itu "keterbukaan pikiran", bagaiman pikiran yg terbuka dengan yg konservatif, bagaimana pikiran yang kontekstual dan tekstual, bagaimana dengan pikiran luas dan sempit. Ternyata aku baru tahu itu saat sudah menduduki bangku kuliah. Jika di SMA kita tidak dapat melihat dan menuntut transparansi dana yang ada untuk keperluan siswa (pengalaman saat menjadi ketua ekskul), tapi di pendidikan tinggi ini kita dapat melihat sekaligus mengawasi dan menuntut jika ada penyelewengan. Aku juga baru sadar, betapa rendahnya "daya kritis" siswa SMA karena ketakutannya akan "NILAI". Di pendidikan tinggi, ternyata nilai/ipk bukanlah segalanya.

Waktu kuliah juga lebih fleksibel dengan penyampaian materi yang efisien, waktu luang juga lebih banyak, itulah sebagian besar enaknya (mungkin aku belum menemukan tidak enaknya). Di waktu luang, biasanya aku dan sahabat-sahabatku pergi ke Bandung untuk jalan-jalan atau mencari barang tertentu. Semester 1 merupakan waktu yang tepat untuk banyak bersenang-senang, tapi ingat jangan sampai kebablasan yah.

Masa-masa Ujian, Desember 2016
Inilah masa-masa paling dag-dig-dug-serrr.... Masa dimana semua materi yang disampaikan saat kuliah akan diuji disini. Saat ujian, kita tidak boleh mencontek atau bertanya ke teman atau ngebet atau sejenisnya seperti saat di SMA, disini kemampuan masing-masing individu dipertaruhkan. Kejujuran sangat dihargai, nilai bukanlah segalanya. Ini adalah tolak ukur sampai sejauh mana kemampuan kita dalam memahami materi kuliah.

Syukurlah aku bisa melalui semua ujian ini dengan lancar dan mendapat hasil yang memuaskan sesuai dengan kemampuanku. Sebelum ujian, di minggu tenang aku menyempatkan diri untuk pulang ke Cirebon, meminta doa dari orang tua sekaligus meminta duit :v

Masa-masa Liburan, Desember 2016-Februari 2017
Eh buset lama banget... liburan ini bukan bagian dari cerita wkwkwk

Sekilas Tentang Kehidupan yang Baru di Jatinangor

Jatinangor ini merupakan kawasan pendidikan, secara administratif kawasan ini masuk kedalam wilayah Kabupaten Sumedang, tetapi secara gaya hidup kawasan ini seperti Bandung. Aku katakan demikian karena tingginya biaya hidup disini, hampir semua serba mahal (jika dibanding dengan Cirebon), jadi kita harus cerdik memilih dan menawar harga barang.

Jatinangor adalah daerah yang tidak tertata dan tumpang tindih, sistem pembangunan dan pengelolaan tempat ini juga bisa dikatakan sangat buruk. Dengan adanya beberapa perguruan tinggi seperti Unpad, ITB, IPDN dan Ikopin kepadatan penduduk jatinangor membludak dengan datangnya mahasiswa-mahasiswa pendatang dari daerah lain. Kepadatan penduduk ini tidak disertai dengan perencanaan pengelolaan wilayah yang matang dan akhirnya Jatinangor menjadi wilayah yang tak tertata seperti ini dengan tingkat kriminalitas yang tinggi :'( Kesenjangan sosial di Jatinangor juga sangat tinggi, terdapat beberapa kawasan pemukiman elit, tetapi banyak pula kawasan pemukiman kumuh. Selain itu pengelolaan sampah di Jatinangor juga masih sangat buruk, terbukti dengan banyaknya sampah yang masih banyak berserakan dan bertumpuk di pinggir jalan menambah citra buruk kawasan yang disebut kawasan pendidikan ini. Jika dilihat covernya, Jatinangor merupakan kawasan baru yang modern, tetapi jika dilihat dalamnya ternyata cukup menyedihkan juga. Sebuah ironi diatas ironi melihat tingkat pendidikan warga lokal yang ternyata sangat rendah padahal kawasan ini merupakan kawasan yang terdapat banyak pendidikan tinggi. Yang aku sebutkan ini bukan hanya cerita belaka, tetapi disertai fakta dan data yang aku kumpulkan sewaktu OKK, rata-rata hampir di seluruh desa di kawasan Jatinangor memiliki problem yang sama, yaitu pendidikan dan sampah.


Beda halnya dengan lingkungan di dalam kampus, lingkungan dalam kampus sangatlah bersih dan tertata dengan cukup baik. Sebuah kesenjangan yang cukup ironis juga bukan? Memang ini merupakan problem serius yang harus diselesaikan. Daya kritis mahasiswa juga ternyata belum bisa memberikan hasil yang cukup nyata karena pada dasarnya segala solusi pada akhirnya eksekusinya adalah dari pemerintah. Bukannya aku menjelek-jelekan, tapi aku bicara sesuai fakta tentang semua ini. Ini merupakan tamparan keras juga untuk pemerintah, terutama dalam memperbaiki sistem pengelolaannya terlebih dahulu, kemudian perbaikan fasilitasnya. Tapi apalah arti semua itu tanpa birokrasi yang baik....

Dingin udara pagi yang kurasakan begitu menyejukkan nafas. Aku berjalan dari kosan ku menuju kampus sembari menghirup udara segar Jatinangor ini. Alangkah sesaknya nafasku ketika sampai ke suatu jalan yang terdapat banyak sampah berserakan, dari pinggir jalannya hingga saluran air dipinggirnya semua dipenuhi sampah. Oh sial, tiap pagi aku harus melewati bau busuk itu sebelum mencapai kampus....

Sembari aku berjalan, terlihat sebuah pemandangan di perempatan jalan. Seseorang pengemudi yang tidak menggunakan helm sedang berurusan dengan petugas hukum. Tegas juga hukum disini, tapi kasihan juga orangnya. Kemudian terlihat notifikasi dari handphoneku, setelah ku baca ternyata sebuah berita kehilangan motor, sudah berkali-kali dalam seminggu ini aku mendapat berita kehilangan motor. Apakah ini sebuah ironi? Sekejam inikah Jatinangor?  Atau memang aku yang lemah...

Yah begitulah sekelumit kehidupan di Jatinangor

Hanya segitu saja sekiranya buruknya, baiknya adalah...
Yeah, inilah kehidupan baruku untuk 4 tahun kedepan

Hal Enak yang Didapat Selama Kuliah
-Lebih bebas
-Waktu luang lebih banyak
-Pelajaran masih santai
-Banyak libur
-Wawasan lebih terbuka

Hal Ga Enak yang Didapat Selama Kuliah
-Biaya hidup tinggi
-Masih sulit mengatur keuangan
-Masih belum tahu tentang kampus

Yah sekiranya itu saja yang dapat aku ceritakan, karena kalau aku ceritakan semuanya nanti akan panjang, tidak akan cukup ditulis dalam waktu seminggu. Jadi aku ceritakan secara singkatnya saja.

Itulah pengalaman kuliahku selama di Unpad di semester 1 ini. Mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang berkenan yang kurang enak dibaca atau menyinggung kalian. Semua yang aku tulis ini berdasarkan kisah nyata yang aku alami dan aku rasakan. Kritik dan saran masih sangat dibutuhkan, silahkan tulis keluh kesah dan desahnya di kolom komentar, atau bisa kirim ke email saya. Terimakasih

Пока!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »