Mengapa Perempuan di Rusia Lebih Banyak?


Selamat pagi sobat blogger...!

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kalimat "Perempuan Rusia"? Tentu pikiran kalian akan terpaku pada kecantikannya, ya jelas namanya juga perempuan. Hahaha, tapi memang benar itu adalah faktanya. Selain cantik, ada satu fakta unik yang perlu kalian ketahui lagi tentang wanita Rusia, yaitu "jumlah". Jumlah apa yang dimaksud???

Jumlah yang dimaksud disini adalah jumlah perbandingan jika dibandingkan dengan laki-lakinya. Perbandingan jumlah antara perempuan dengan laki-laki di Rusia adalah sekitar 4:1. Wow, fakta yang cukup mencengangkan bukan? Dengan perbandingan yang begitu jauh itu maka tentu saja fenomena ini adalah fenomena yang harus disyukuri, hehe.

Oke, sebelum penjelasan mendalamnya mari kita lihat dahulu fakta tentang kepadatan penduduk dunia versi wikipedia.
PeringkatNegara (atau wilayah dependen)Jumlah
penduduk
Tanggal% penduduk
dunia
Sumber
1Tiongkok1.382.230.000Maret 24, 201718.7%Hitungan resmi
2India1.303.970.000Maret 24, 201717.6%Hitungan resmi
3Amerika Serikat325.564.000Maret 24, 20174.41%Hitungan resmi
4Indonesia255,461,7001 Juli 20153.46%Perkiraan resmi
5Brasil207.570.000Maret 24, 20172.81%Hitungan resmi
6Pakistan188,925,0001 Juli 20152.56%Perkiraan PBB
7Nigeria182,202,0001 Juli 20152.47%Perkiraan PBB
8Bangladesh162.155.000Maret 24, 20172.19%Hitungan resmi
9Rusia146.956.480Maret 24, 20171.99%Hitungan resmi
10Jepang126,890,0001 Oktober 20151.72%Perkiraan resmi bulanan
Dilihat dari data diatas, jika ibandingkan antara Indonesia dan Rusia, jelas bahwa masyarakat Indonesia lebih rajin banyak. Indonesia menempati urutan ke-4 dengan total 255,461,700 jiwa, sedangkan Rusia menempati urutan ke-9 dengan total 146.956.480 jiwa. Dari angka-angka tersebut, masih belum dihitung perbandingan gendernya. Masih dari wikipedia, inilah peta perbandingan gender negara-negara di dunia dalam populasi.


Warna merah menandakan jumlah perempuan yang lebih banyak, makin merah makin besar jumlah perempuannya dibandingkan laki-lakinya. Sedangkan warna biru adalah kebalikannya. Warna yang tidak terlalu tajam (agak putih/putih) menandakan hampir seimbang/seimbang. Warna hitam sepertinya negara yang belum didata. Terlihat dengan jelas Rusia merupakan negara yang paling merah. Bukan hanya Rusia saja, tetapi negara-negara sekitarnya (negara ex Soviet) juga sama, seperti Ukraina, Belarus, dsb. Pertanyaannya, mengapa demikian???

Berikut ini merupakan faktor-faktor mengapa perempuan di Rusia lebih banyak, check it out!

1. Perang

Perang merupakan penyebab utama dari persoalan ini. Jika kita belajar sejarah Rusia, tentu tak akan luput dari perang, dari perang vs Byzantium di masa Rusia Kuno, hingga perang vs ISIS di masa Federasi Rusia yang sekarang. Bangsa ini selalu memberikan kontribusi akan "sejarah perang". Dari banyaknya peperangan yang sudah dilewati ini, bisa dilogikakan siapa yang terlibat dalam perang. Tentu saja kaum adam. Peperangan inilah yang menyebabkan turun drastisnya populasi laki-laki di Rusia. Peperangan yang terjadi juga bukanlah perang skala kecil. Contohnya adalah Perang Dunia II, yang menyebabkan banyak korban berjatuhan dari pihak Rusia (Soviet) akibat serangan Jerman Nazi, hingga titikbaliknya pasukan Tentara Merah menguasai Berlin, tetap saja banyak korban laki-laki yang jatuh berguguran. Dari perang-perang yang dilewati tadi, bukan hanya Rusia saja yang mengalami penurunan populasi laki-laki, tetapi negara sekitarnya juga terkena imbasnya karena negara-negara tersebut pernah menjadi satu bagian dengan Rusia (Uni Soviet).

2. Konflik Internal

Selain perang, konflik internal juga menjadi penyumbang yang cukup besar dalam persoalan ini. Masih belum lepas dari sejarah, Rusia juga merupakan negara yang bisa dibilang seperti Indonesia. Sama-sama banyak konflik internalnya. Konflik internal yang dialami Rusia sendiri bisa dibilang cukup parah karena banyaknya korban yang berjatuhan. Konflik internal yang cukup besar dan terkenal di Rusia adalah Revolusi Bolshevik, peristiwa ini merubah Rusia dari Negara Monarki menjadi Negara Sosialis. Tiap revolusi pasti akan menelan korban, korban-korban yang berjatuhan juga cenderung lebih banyak laki-laki. Pada peristiwa ini, orang-orang kerajaan dan pendukungnya juga orang-orang kapitalis (kaum borjuis) dibabat habis oleh kaum bolshevik dibawah pimpinan Vladimir Lenin. Ibaratkan jika di Indonesia, ini adalah peristiwa G30S (versi pemerintah), tapi yang di Rusia ini berhasil dan hasil dari revolusi ini adalah berdirinya Uni Soviet.

3. Kebijakan Hukuman

Masih ada korelasinya dengan konflik internal, kebijakan hukuman yang ada di Rusia juga membuat populasi pria di negara ini berkurang. Dari zaman Kerajaan Rusia, terdapat kebijakan hukuman mati, entah itu digantung ataupun dipancung. Hukuman ini dilakukan untuk orang-orang tertentu, misalnya pengkhianat, tahanan politik, pelanggar hukum berat, dsb. Selain hukuman mati langsung, ada juga hukuman di penjara yang menyebabkan orang tersebut mati di penjara. Korban dari hukuman-hukuman itu juga kebanyakan adalah laki-laki. Setelah berakhirnya masa Kerajaan Rusia, dimulailah masa Uni Soviet yang lebih gila dalam menerapkan kebijakan hukuman. Hal yang sangat gila dan tak berprikemanusiaan adalah pada masa Stalin. Di zaman Stalin, jumlah populasi pria berkurang sangat drastis. Stalin yang dijuluki "si tangan besi" ini menerapkan kebijakan hukuman yang sangat mengerikan untuk para pembangkang, pemberontak, tokoh agama, pengkhianat, oposisi, tawanan perang, tahanan politik,dsb, sehingga banyak yang mati akibat hukuman tersebut. Sebut saja "Gulag" yang merupakan kamp kerja paksa. Gulag ini ibaratkan "Pulau Buru"nya Rusia. Pada masa Stalin ini hampir sama seperti di Indonesia pada masa Suharto, hanya ada 2 kemungkinan jika sudah terkena ciduk, kalau tidak eksekusi ya dikirim ke gulag, dan mayoritas korbannya adalah laki-laki.

4. Gaya Hidup

Vodka, siapa yang tidak tahu vodka? Minuman khas Rusia ini sudah seperti air putih bagi kebanyakan orang Rusia. Dari yang muda sampai yang tua, pasti kenal dengan minuman yang satu ini. Minuman ini menjadi bagian dari gaya hidup orang Rusia, mengapa? Karena disana dingin, dan alkohol merupakan penghangat bagi tubuh. Bagi orang Indonesia, minuman keras adalah hal yang tabu, tetapi di Rusia dan beberapa negara barat lainnya minuman keras adalah hal yang legal (untuk umur tertentu). Kalian tahu sendiri kan bahaya minuman keras? Ini juga mempengaruhi kesehatan dan umur. Hampir semua kalangan di Rusia mengkonsumsi minuman ini, mayoritasnya adalah pria. Tapi jangan percaya dengan saya juga karena ini belum tentu benar. Jika dikira-kira, gaya hidup seperti ini juga mempengaruhi populasi.

-

Itulah dia beberapa faktor yang menyebabkan mengapa perempuan di Rusia lebih banyak dibanding laki-laki. Faktor-faktor di atas janganlah dipercayai sepenuhnya, karena kita harus bisa menalar terlebih dahulu informasi yang kita dapat. 
Jadi bagi kalian para cowo jomblo yang ada di Indonesia, tidak usah khawatir dengan jodoh, dunia itu tidak hanya Indonesia saja, siapa tahu jodoh kalian di Rusia kan? hehe.... Jangan berkecil hati tidak akan bisa pergi ke Rusia, karena masa depan kita tidak ada yang tahu, kita sendiri yang menentukannya. Nih biar semangat bisa pergi ke Rusia....



Produk impor memang top. Lokalan kalah jauh huhuhahahahahaaa :D btw ini hanya ilustrasi


Sebelum pergi ke Rusia, tentu kalian juga harus bisa berbahasa Rusia... Simak terus materi-materi pelajaran Bahasa Rusia di < sini > yah...

Sekian postingan hari ini, mohon maaf jika ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan. Kritik dan saran masih sangat dibutuhkan demi kenyamanan, kesempurnaan, kebersihan, keindahan, kerapihan, ketertiban blog ini. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya! ^_^

*Jangan terlalu percaya dengan data yang ada karena ini hanya berasal dari 1 sumber, yaitu wikipedia.


DAFTAR PUSTAKA

Data :
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_perbandingan_gender_dalam_populasi

Gambar :
Google Image

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »