Buruknya Pengelolaan Pariwisata di Indonesia


Здравствуйте...!!!


Bagaimana kabar kalian semua?

Kali ini kita akan membahas sebuah topik yang cukup menarik, yaitu "Pariwisata". Pariwisata yang dimaksudkan dalam judul adalah tentang buruknya pengelolaan tempat-tempat wisata di Indonesia dan peyebabnya itu sendiri. Apa sajakah yang menyebabkan pariwisata Indonesia menjadi demikian??

Indonesia merupakan negara tropis yang sangat subur dan makmur. Hal ini merupakan anugerah tersendiri bagi Indonesia karena dilimpahi kekayaan alam yang sangat luar biasa. Dengan anugerah yang luar biasa ini, tentunya kita harus mensyukuri sekaligus memanfaatkan dengan baik untuk kemakmuran bersama. Sayangnya, kekayaan ini tidak bisa kita kelola dengan baik dan benar oleh Indonesia. Pariwisata adalah salah satu bidang yang sangat cocok untuk negara yang indah ini, tapi sayangnya kekayaan alam yang melimpah ini malah kita rusak sendiri :(



"Indonesian Tourism = Vandalism"

Adalah kata yang cukup tepat untuk menggambarkan kondisi pariwisata di Indonesia. Vandalisme menjadi masalah yang cukup sulit ditangani oleh pengelola objek wisata dikarenakan banyaknya para wisatawan yang datang dan kurangnya pengawasan dari pihak pengelola. Hampir semua objek wisata di Indonesia selalu ditemui vandalisme, entah itu di tembok bangunan, di batu, di monumen, bahkan di toilet. Vandalisme akan selalu ada di tempat wisata di Indonesia.

Kebiasaan buruk ini sangatlah merugikan, pasalnya vandalisme ini sangat merusak nilai estetika yang terdapat dalam suatu tempat wisata. Selain kebiasaan buruk, saya rasa ini adalah kebiasaan bodoh. Sangat bodoh! Hanya orang bodoh yang melakukan corat-coret di tempat yang tidak seharusnya, dan kita semua tahu, karena banyaknya vandalisme dimana-mana maka dapat kita simpulkan bahwa orang bodoh di Indonesia sudah tak terhitung lagi jumlahnya.


Bukan hanya di tempat wisata, vandalisme itu ada dimana-mana. Di sekolah, di jalanan, di gang sempit, di fasilitas umum, dan sebagainya. Hampir semua tempat di Indonesia terdapat vandalisme. Coretan-coretan yang ditulis pun tidak ada pentingnya, tidak semua menambah nilai estetika, justru kebanyakan bersifat destruktif. Biasanya vandalisme ini dilakukan oleh geng-geng, anak alay, anak jalanan, anak setan, anak dajal dan sebagainya. Demi mendapatkan ketenaran belaka, mereka rela merusak nilai estetis yang ada pada suatu tempat.

Kembali lagi ke pariwisata, vandalisme yang ada dalam tempat wisata Indonesia pun sangatlah bervariasi. Biasanya orang yang melakukan corat-coret ini menganggap bahwa hal ini adalah suatu kebanggaan, suatu tanda bukti bahwa ia pernah kesini, suatu bukti, suatu yang hits, suatu hal yang membuat ia terkenal, suatu hal yang keren. Dan satu lagi, menurut saya hal ini adalah suatu hal yang BODOH.


Di gunung, di pantai, di musium, di gedung, dimana-mana pasti ada vandalisme. Kebiasaan bodoh orang Indonesia ini sangatlah umum bagi masyarakat. Hukum yang ada pun tidak memiliki pengaruh dan tidak memiliki efek jera. Suatu kebodohan yang hakiki. Karunia tuhan yang diberi untuk Indonesia, justru dirusak oleh orang Indonesia sendiri.

Vandalisme di dalam laut
Selain di daratan, vandalisme juga ada di dalam laut! Luar biasa.... bodohnya

Vandalisme di Gunung Fuji, Jepang
Selain di dalam negeri, vandalisme Indonesia juga sudah go international. Orang bodoh menganggap bahwa ini adalah suatu kebanggaan bisa menuliskan namanya di puncak luar negeri. TAPI INI ADALAH KEBODOHAN YANG MEMALUKAN!

Kebodohan orang-orang ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya edukasi, namun juga kurangnya kesadaran. Orang Indonesia sulit untuk diajak maju, itulah mengapa hingga sekarang Indonesia masih menjadi negara berkembang, walau sudah dilimpahi sumber daya alam yang luar biasa.

Selain vandalisme, dunia pariwisata Indonesia juga memiliki masalah lainnya, yaitu sampah.


Hampir sama seperti vandalisme, sampah juga menjadi masalah umum yang sering dijumpai di beberapa tempat wisata di Indonesia. Kebiasaan ini satu paket dengan vandalisme, bukan hanya kebiasaan bodoh dan memalukan, kebiasaan buang sampah sembarangan merupakan hal yang sangat merugikan.

Kebanyakan orang Indonesia masih sering memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan, faktor lain selain kurang edukasi dan kurang kesadaran adalah karena kurangnya fasilitas tempat sampah yang ada.


Walaupun sudah ditulis larangan membuang sampah sembarangan, tetap saja sampah akan tetap ada. Hal ini merupakan suatu bentuk kebodohan yang hakiki. Entah kurang literasi atau kurang mengerti dampaknya pada lingkungan, masyarakat Indonesia (yang bodoh) tidak akan mempedulikan hal itu.


Dengan banyaknya sampah yang beredar di tempat wisata, maka hal tersebut akan mengurangi tingkat kenyamanan yang ada dalam tempat wisata tersebut. Bukan hanya wisatawan lain yang dirugikan, tetapi juga pengelola tempat wisatanya dan para penghuni yang ada di tempat wisata itu merasa dirugikan.

Corat-coret + buang sampah sembarangan... hayoo ngaku siapa yang pernah melakukan itu???

Hal lainnya yang membuat bidang pariwisata Indonesia tidak maju-maju adalah dengan adanya pungli atau pungutan liar dan calo-calo.


Jika tadi vandalisme dan sampah mengurangi nilai keindahan tempat wisata, sekarang calo dan pungli hadir mengurangi nilai keuangan :( Siapa sih yang tidak kesal jika dipaksa merogoh kocek cukup dalam?

Kehadiran mereka juga menjadi momok menakutkan bagi para wisatawan. Niat ingin melepas stres dengan berwisata, malah makin stres karena diporoti di tempat wisata. Hal ini sangatlah mengganggu kenyamanan berwisata.

Saatnya makan!
Inilah mengapa pariwisata Indonesia tidak maju-maju. Sebagai wisatawan lokal, jujur saya sangat muak dengan semua ini. Sebagai warga negara Indonesia juga saya sangat menyesalkan ulah oknum-oknum yang membuat pariwisata di Indonesia menjadi tidak nyaman bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bukannya saya menjelek-jelekkan, tapi memang inilah faktanya. Kejelekkan ini bukan harus ditutupi, tapi ini harus DIPERBAIKI.

Sebagai warga negara yang baik, saya tidak hanya memberi kritikan dan makian tapi juga memberi solusi. Solusinya untuk wisatawan adalah, tumbuhkan rasa kesadaran dan rasa disiplin, patuhi aturan-aturan yang ada jika mengunjungi suatu tempat. Tanamkanlah pemikiran yang maju, jangan menjadi orang yang susah diajak maju. Minimal dengan kita mematuhi aturan dan saling mengingatkan, maka tempat-tempat wisata yang ada pun akan berkembang dengan baik. Untuk pengelola, terapkan aturan dengan pengawasan yang ketat, hukum yang tegas bagi pelanggar aturan, serta fasilitas yang memadai untuk kenyamanan wisatawan. Pariwisata adalah salah satu kekayaan negara yang cukup menjanjikan. Jika kita mampu berpikir progresif untuk memanfaatkan pariwisata dengan baik, maka negara ini perlahan bisa menjadi negara maju.

Contoh daerah yang maju karena pariwisatanya di Indonesia adalah Bali. Bali merupakan daerah wisata yang sangat terkenal. Dengan pengelolaan pariwisata yang benar, Bali menjadi penyumbang devisa yang cukup besar bagi negara. Bali hanya salah satu daerah yang ada di negara ini, masih banyak lagi daerah yang sangat indah yang melebihi Bali. Namun sangat disayangkan, pariwisata Indonesia hanyalah kekayaan negara yang tak bisa dikelola, hingga dihancurkan sendiri oleh kita.

Pemerintah juga seharusnya memiliki andil dalam pengelolaan pariwisata yang ada dengan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk mengelola tempat-tempat wisata di Indonesia agar menjadi destinasi terbaik di dunia.

Sekian postingan hari ini, mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan. Postingan ini bukan hanya semata-mata kritikan belaka. Semoga dengan adanya postingan ini, kita dapat membuka mata, hati dan otak kita untuk kemajuan pariwisata di Indonesia.

спасибо...!!!

"Indonesia ini negeri yang sangat kaya. Biar gak terlalu OP, di nerf sama tuhan dengan diciptakan orang Indonesia"
-netizen

Sumber gambar: Google Image

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 Komentar:

Komentar
Anonim
6 Mei 2017 17.32 delete

Gila emang pariwisata indon wkwk. Jorok" orangnya

Reply
avatar