Lulusan Sastra Rusia Jadi Apa?

Здравствуйте!!!



Hayoo pasti kalian pada berfikir, masuk sastra rusia nanti bakal jadi apa sih? nah, coba lihat contoh percakapan mainstream berikut ini:

Sukirman          : Broh, kuliah dimana?
Gue                   : Ungpat
Sukirman           : Wih hebat... fakultas apa?
Gue                    : Ilmu Budaya broh
Sukirman           : Ambil jurusan apa?
Gue                    : Sastra Rusia
Sukirman           : Eh gila lu mau jadi komunis ye?
Gue                    : Iya gue mau masukin lu ke gulag!

-

Pak E   : Wah, hebat siswa-siswi bapak bisa pada masuk ke PTN. Kamu keterima dimana D?
D          : Di Unsut pak!
Pak E    : Hebat, jurusan apa?
D          : HI pak!
Pak E    : Mantap jiwa... Kamu keterima dimana F?
F           : Di Itebe pak!
Pak E    : Jurusan?
F           : Arsitektur!
Pak E    : Keren bangettt... Kamu dimana G?
G           : Di Ungpat pak!
Pak E     : Wah, tetanggaan nih sama F
G           : Heheheeee
Pak E     : Jurusan apa?
G           : Sastra Rusia pak!
Pak E     : Yahaha, kamu pilihan ke 3 ya?
G           : Engga pak, pilihan ke 1
Pak E     : Kamu mau jadi apa nanti?
G           : Terserah bapak aja lah :')

-

Bu E    : Nak, kerja atau kuliah sekarang?
Gue      : Kuliah bu
Bu E    : Oalaahh, jurusan apa?
Gue      : Sastra Rusia
Bu E     : Hmm emang nanti mau kerjanya dimana? gajinya berapa? jadi apa?
Gue      : Di senayan, gajinya gede lah pokonya, dapet banyak fasilitas dan tunjangan
Bu E     : Ko ibu baru tau ya. Emang ada gitu alumni Sastra Rusia kerjanya begitu?
Gue      : Ada, sering nongol di tipi malah, kadang juga jadi bahan meme
Bu E     : Emang siapa?
Gue       : Nih......................!
Bu E     : Oalah, iya ya... eh tapi ati-ati loh, ga baik ngomongin orang terhormat kaya gitu, inget UU MD3, bisa kena autocyduk kamu nak
Gue      : Huehuehuehuehuehuehue

-

Begitulah kira-kira ilustrasi percakapan mainstream seorang mahasiswa sastra rusia jika ditanya orang lain. Sedih memang, tapi ya beginilah kenyataannya. Mau tidak mau, sebagai mahasiswa yang berkuliah di jurusan ini harus bersabar dan tabah sampai akhir dari segala omongan-omongan miring. Nah, kembali ke topik postingan. Mahasiswa lulusan sastra rusia jadi apa? 

Masalah lulus jadi apa, semua itu tergantung anda. Manusia hanya bisa merencanakan dan mengusahakan rencana tersebut menjadi kenyataan. Seperti foto di atas, taukah kalian bahwa beliau adalah lulusan sastra rusia? kenapa tiba-tiba jadi DPR? Ya, saya juga tidak tahu, itu semua takdir tuhan.

Maka dari itu, marilah kita membuka mata, otak dan hati kita. Janganlah kita merendahkan suatu jurusan, apalagi sastra. Terkadang saya merasa gemas-gemas lucu jika ada yang memandang rendah sebuah jurusan. Orang-orang hanya bisa menilai cover tanpa tahu isi didalamnya. Terlebih mayoritas masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa sastra itu "halaahhh apaan sihh" "mau jadi apa" dsb. Menurut saya, hal itu tidaklah benar. Itu adalah pemikiran-pemikiran konservatif yang membuat Indonesia sampai sekarang masih menjadi negara berkembang. Ayolah, kita buang pemikiran itu jauh-jauh. Kuliah bukan hanya sekedar untuk menjadi apa. Pemikiran masyarakat kita ini masih kepentok dengan uang, iya uang. Kuliah-kerja-uang. Begitulah pemikiran beberapa orang-orang Indonesia. Okelah kalau bicara uang, kita simak bersama-sama bagaimana prospek kerja lulusan sastra pada umumnya, khususnya sastra rusia. Saya akan memberitahu akan jadi apa sih lulusan Sastra Rusia. Berikut adalah penjelasannya:
1. Penulis

Penulis merupakan prospek yang umum dalam jurusan sastra. Orang-orang Indonesia masih berpikiran bahwa menjadi penulis itu gajinya kecil. Yah, itu semua RELATIF. Menjadi penulis bukanlah soal uang. Justru jika kita menulis suatu karya tanpa memikirkan uang, uang itu justru akan datang sendiri pada kita. Kita ambil contoh seperti orang diatas, beliau adalah seorang penulis yang cukup tekenal. Apakah beliau lulusan sastra? BUKAN. Tapi mengapa bisa sukses menjadi penulis? Saya juga tidak tahu, tanya saja sendiri. Tapi yang jelas, kesuksesan tidak memandang dari mana kamu berasal. Kesuksesan hanya untuk orang yang mau berjuang meraihnya.

2. Duta, Diplomat & Konsul
ini presiden wkwkwk
Pekerjaan ini bisa dibilang pekerjaan yang sangat didamba oleh banyak orang. Apalagi negara tempat kita bertugas adalah negara yang sangat kita dambakan juga. Untuk lulusan sastra, menjadi duta/diplomat/konsul bukanlah hal yang tidak mungkin meskipun kita harus bersaing dengan lulusan Hubungan Internasional atau jurusan bergengsi lainnya. Profesi ini sangatlah dibutuhkan, apalagi negara kita sekarang ini sudah banyak bekerjasama dengan negara-negara lain. Untuk hubungan dengan Rusia sendiri, negara kita sekarang sedang menjalani hubungan yang cukup erat. Seorang presiden tidak mungkin bisa bekerjasama dengan presiden negara lainnya tanpa kehadiran duta, diplomat dan konsul. Meskipun ketiga profesi ini memiliki peran dan ranah yang berbeda-beda dalam mengurus hubungan dan kerjasama antar negara, tapi intinya satu. Bekerja di luar negeri, hehe. Masalah gaji, jangan ditanya...  я не знаю :D Tapi ingatlah satu hal. Selain keinginan, kita juga harus memiliki kemampuan yang memadai.

3. Penerjemah

Menjadi seorang penerjemah Indonesia-Rusia atau sebaliknya adalah suatu pekerjaan yang sangat logis. Mengapa? Karena lulusan Sastra Rusia pasti menguasai Bahasa Rusia. Mengapa? Karena itulah yang dipelajari dari zaman maba hingga maba lagi (mahasiswa basi). Mengapa? Karena kalau saya tanya sendiri dan jawab sendiri itu hanya buang-buang waktu, apalagi yang baca. Jadi bisa dipastikan beberapa detik yang anda lalui tadi adalah waktu yang sia-sia. Nah, untuk mengefesiensikan waktu. Menjadi translator bahasa ini merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Mengapa? Karena hanya ada sedikit orang di Indonesia yang mampu menerjemahkan Bahasa Rusia. Bayaran yang diterima pun berbeda jauh dibandingkan dengan menerjemahkan Bahasa Inggris yang sudah mainstream. Kebutuhan akan translator ini juga cukup tinggi mengingat banyaknya kerjasama yang dilakukan Indonesia-Rusia belakangan ini.

4. Tour Guide

Jika kamu seorang yang memiliki jiwa petualang dan senang traveling, menjadi tour guide adalah pilihan yang tepat. Kamu bisa membawa turis-turis Rusia yang uhuy-uhuy asoy geboy keliling berwisata di Indonesia. Untuk lokasi pariwisata, Bali merupakan daerah yang cukup menjanjikan dan terdapat banyak wisatawan dari Rusia disana. Selain itu, kamu juga bisa memperluas jaringan dan menambah relasi dengan orang-orang Rusia yang ada di Bali. Potensi lainnya adalah, Indonesia bukan hanya soal Bali. Ada banyak mungkin ratusan tempat yang keindahan alam dan budayanya melebihi Bali, hanya saja belum terkenal. Soal gaji di sektor pariwisata ini juga tak perlu ditanya lagi karena я тоже не знаю... hehe... Siapa coba yang tidak senang jika kita jalan-jalan dan digaji? Oh iya, selain ngeguide di Indonesia, kamu juga bisa menjadi ngeguide di Rusia untuk orang Indonesia yang berwisata ke sana (misalnya guide dalam acara open trip ke Rusia). 

5. Eksportir & Importir

Tahukah kamu mengapa ekspor dan impor dilakukan? Karena setiap negara yang ada pasti memiliki ketergantungan terhadap negara lain dan tiap negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan di bidang tertentu, jadi cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya adalah dengan ekspor dan impor. Indonesia dan Rusia merupakan negara yang letaknya cukup jauh, kebutuhan kedua negara ini juga berbeda. Menjadi seorang eksportir atau importir merupakan prospek yang cukup menjanjikan. Contoh, di Rusia rempah-rempah sangat jarang dan mahal, sedangkan disini rempah-rempah sangat banyak dan mudah ditemui, harganya pun murah. Nah komoditas rempah inilah yang merupakan prospek yang cukup bagus untuk di ekspor ke Rusia. Ini hanya contoh ya, terlepas dari beberapa faktor dan pertimbangan. Jika kamu memiliki jaringan yang luas dan menguasai ilmu ekspor impor ini, menjadi eksportir dan importir adalah prospek yang bagus, apalagi kamu menguasai Bahasa Rusia untuk kegiatan ini, maka kamu tidak perlu repot-repot menyewa jasa translator karena kamu sendiri sudah bisa, apalagi negara tujuan ekspor impor ini adalah negara yang tidak asing dan selalu dipelajari segala serba-serbinya saat kuliah.

6. Pengajar Privat

Menjadi pengajar privat Bahasa Rusia, mungkin jarang didengar oleh kita. Tapi itulah peluangnya. Memang kebutuhan akan Bahasa Rusia di Indonesia masih sangat sedikit. Universitas yang membuka prodi Sastra Rusia juga hanya ada dua di Indonesia. Hanya ada sedikit orang yang bisa berbahasa rusia disini. Apabila kita cerdik memanfaatkan peluang, pekerjaan ini bisa dijadikan penghasilan sampingan atau bahkan yang utama.

7. Dosen

Sebenarnya untuk menjadi dosen semua lulusan jurusan apapun juga bisa menjadi dosen, tak terkecuali lulusan sastra rusia. Untuk lulusan sastra rusia, menjadi dosen yang dimaksud disini bukan hanya menjadi dosen sastra rusia saja, tapi bisa juga menjadi dosen di bidang lain. Ingatlah, ketika lulus S-1 gelar yang didapatkan adalah Sarjana Humaniora. Itu berarti cakupan ilmu kita bukan hanya sebatas sastra rusia saja, tapi seluruh bidang humaniora. Tapi untuk menjadi dosen, kita harus memiliki gelar minimal S-2. Profesi ini adalah profesi yang sangat mulia. Tidak akan ada mahasiswa apabila tidak ada dosen, hehe... Karena ga ada yang ngajar. Tapi mahasiswa sekarang biasanya malah senang kalau tidak ada dosen.

8. Mahasiswa (lagi)

Untuk yang masih ingin mengejar pendidikan lebih tinggi, menjadi mahasiswa lagi adalah pilihan yang tepat. Setelah lulus dari jurusan Sastra Rusia di Indonesia, pernahkah terbayangkan kalian ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi di Rusia? Betapa bangganya keluarga kalian nanti. Untuk lulusan sastra rusia, kuliah S-2 di Rusia merupakan suatu kesenangan sendiri. Mengapa? Karena mendapat beasiswa dan sudah menguasai Bahasa Rusia, jadi tidak perlu mengikuti kelas bahasa. Kelas bahasa adalah kelas untuk mahasiswa asing yang belum bisa dan belum mengerti Bahasa Rusia. Lamanya kelas ini adalah satu tahun. Jadi kita bisa menghemat waktu dan biaya tanpa perlu mengikuti keals bahasa terlebih dahulu. Lulusan Sastra Rusia juga akan mendapatkan prioritas dari pemerintah Federasi Rusia.

-

Nah itu baru 8. Sebenarnya masih banyak lagi hanya saja belum terpikirkan oleh saya, hehe...  kalau ada tambahan silahkan tulis di kolom komentar, nanti akan saya tambah. Masalah jadi apa, kembali lagi pada diri kita masing-masing tergantung pada keinginan dan usaha. Lulusan kedokteran pun belum tentu akan menjadi dokter bukan? Yang terpenting adalah usaha. Apa yang kita usahakan dari sekarang, hasilnya akan kita rasakan suatu saat nanti. Dari manapun kalian berasal dan lulusan manapun kalian, jangan dengarkan perkataan orang yang menghadangi impian kalian. Ingatlah perkataan saya sebelumnya, kesuksesan tidak memandang darimana kamu berasal. Kesuksesan hanya untuk orang yang mau berjuang meraihnya.

Untuk adik-adik yang baru masuk jurusan Sastra Rusia, atau yang terbuang di pilihan 2/3, atau yang salah klik jurusan. Janganlah berkecil hati. Dunia itu luas, luas dataran di dunia ini 1/4 nya adalah milik Rusia (apaan sih ga nyambung wkwk). Jadi, kalian harus bangga menjadi Mahasiswa Sastra Rusia!!! Oke?

Semoga tulisan ini dapat menghibur dan menjadi motivasi untuk kalian semua. Saya harap tulisan saya ini dapat mencerahkan dan memberi ilham, wkwk. Udahlah segitu aja sebelum makin ngawur. Jangan lupa kritik dan sarannya yaahhh....

До свидания...!


Gambar-gambar hanya ilustrasi
Diambil dari: Google Image

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »